Bulan Dibalut Debu
Rp70,000
Buku ini dapat direkomendasikan menjadi bahan bacaan sastra di kelas, sehingga pelajar dapat memungut i’tibar dari perbagai persoalan yang tengah terjadi di sekitar.
Description
Judul : Bulan Dibalut Debu
Penulis : Dilla, S.Pd.
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : 100 Halaman
Berat : 250 gr
Blurb:
Setelah membaca puisi di dalam buku kumpulan puisi ‘Bulan Dibalut Debu’ yang ditulis oleh Dilla, S. Pd., seorang guru dan penulis berbakat dari Bukittinggi, saya makin dan mengerti betapa jiwanya sangat peka terhadap lingkungannya. Puisi-puisinya Duka Marapi dan Kabar dari Marapi adalah bukti kepekaannya mengenai daerahnya yang mengisahkan suasana dan akibat dari erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat; Rempang Tanah Melayu dan Untukmu Rempang adalah contoh-contoh dari kepeduliannya terhadap masalah yang terjadi di dalam negeri; dan Puisi Tentangmu dan Meski Raga Terpenjara tentang masalah internasional, yaitu tentang penderitaan bangsa Palestina yang kini sedang ditindas Israel.
Dari topik yang diangkat oleh penulis ini makin dapat diyakini bahwa dia adalah seorang yang sangat peka terhadap penderitaan orang lain. Ini menunjukkan kehalusan jiwanya. Keadaan jiwa yang peka ini yang dia tuangkan ke dalam puisi-puisinya sehingga puisi-puisi Dilla ini menjadi sangat menyentuh dan menarik. Selain dari itu, penulis juga dapat dibaca dari puisi-puisinya bahwa dia seorang yang berhati lembut dan romantis. Ini terlihat dari puisi-puisinya Rintik Rindu, Hujan dan Kenangan, Memeluk Erat Kenangan dan Saling Merindu.
Dari hasil karyanya yang cemerlang itu, Ibu Guru Dilla, S. Pd., telah menerima Anugerah Literasi Insan Pendidikan Kota Bukitinggi tahun 2021 dan Penghargaan Guru Penggerak Literasi tahun 2023 dari Kemendikbud Ristek RI. Terakhir, saya ingin mengatakan bahwa puisi-puisi di dalam buku puisi ‘Bulan di Balut Debu’ sangat menarik untuk dibaca. Ia memberi inspirasi, menyentuh hati dan menghibur hati. Terima kasih.
(Saunir Saun: penulis novel ‘Lelaki Yang Berhijrah’; belasan kumpulan puisi mandiri [termasuk ‘Goresan Puisi di Hari Tua’ yang telah di-launching oleh SatuPena Sumatera Barat]
Memotret fenomena sosial menjadi fenomena sastra, dalam hal ini puisi, dilakukan Dilla, S.Pd. ketika ia melihat berbagai bencana terjadi di mana-mana, peperangan di Palestina, dan kesenjangan sosial terhampar di depan mata. Keresahan jiwanya menjadi puisi dengan diksi-diksi yang mencabik-cabik batin pembaca, bahkan jika diresapi dalam-dalam dapat menitikkan air mata. Semua potret pilu itu ia catat dalam buku puisi Bulan Dibalut Debu yang juga ia lahirkan dari proses belajar di Sekolah Menulis Elipsis. Buku ini dapat direkomendasikan menjadi bahan bacaan sastra di kelas, sehingga pelajar dapat memungut i’tibar dari perbagai persoalan yang tengah terjadi di sekitar.
(Muhammad Subhan, penulis, pegiat literasi, founder Sekolah Menulis elipsis)
Pembayaran via :
1. Bank BCA
2. Bank Syariah Indonesia
3. Bank BRI
4. Seabank
5. Shopeepay
6. Dana
7. Ovo
8. Gopay








Reviews
There are no reviews yet.